Selasa, 26 Juli 2022

Mahasiswa Bersama Kelompok Tani Mengikuti Kegiatan Pembuatan Pupuk Bokasi.

 


 Dalam rangka untuk menyikapi persoalan berkitan dengan penyediaan sayur-sayuran di Manggarai Barat, mahasiswa dan kelompok petani di Desa Liang Ndara menyelenggarakan kegiatan penyuluhan berkaitan dengan pembuatan Pupuk bokasi. Tujuannya jelas yaitu, untuk meningkatkan wawasan edukasi dari masyarakat berkitan dengan pembuatan pupuk bokasi.

 Kegiatan pembuatan pupuk bokasi ini dilakukan berdasarkan kondisi Desa Liang Ndara yang secara geografis dapat meningkatkan hasil berkitan dengan tanaman sayur-sayuran. Liang Ndara adalah suatu wilayah yang berada di Kab. Manggarai Barat dan berada di bawah kaki Gunung sehingga tidak heran kalau wilayah ini dapat tumbuh berbagai sayur-sayuran dan jenis buah-buahan seperti salak, durian, rambutan. 

 Masyarakat Liang Ndara sebagian besar bekerja sebagai Petani. Namun yang menjadi problem di Desa Liang Ndara sendiri adalah, kurangnya ketersediaan air untuk mengairi lahan pertanian mereka Sehingga hal ini  membuat masyarakat Liang Ndara lebih cenderung mengutamakan sistem pertanian jangka panjang, ketimbang sistem pertanian jangka pendek. Persoalan seperti ini tentu harus segera diatasi, mengingat bahwa persediaan sayur-sayuran menjadi kendala di Manggarai Barat saat ini adapun ketersediaan sayur-sayuran namun tidak cukup untuk menutupi permintaan yang ditawarkan. . Berdasarkan data yang diperoleh dari pihak pemerintah bahwa saat ini Manggarai Barat mengalami persoalan berhubungan dengan penyediaan sayur-sayuran terutama di Labuan Bajo. ini tentu menimbulkan Konsekuensinya bagi Manggarai Barat, Oleh karena itu untuk mengisi kekurangan ini Manggarai Barat menyuplai sumber sayur-sayuran dari daerah lain. Tentu hal ini menimbulkan persoalan bagi Manggarai Barat dan perekonomian masyarakat itu sendiri.

 Manggarai Barat merupakan daerah yang memiliki banyak tempat pariwisatanya, sehingga tidak salah kalau tingkat akan kebutuhan berupa buah-buahan dan sayur-sayuran sangat tinggi. Apalagi situasi saat ini tempat pariwisata mulai ramai dengan hadirnya pengunjung di berbagai tempat Pariwisata di Manggarai Barat. Sehingga hal ini akan memulihkan perekonomian di Manggarai Barat sendiri, 

  Dari kegiatan pembuatan pupuk bokasi ini  dilakukan, dalam rangka  untuk meningkatkan hasil pertanian berkaitan dengan sayur-sayuran. Sehingga dengan ini dapat mengatasi Persoalan berkaitan dengan penyediaan sayur-sayuran di Manggarai Barat. Melalui kerja sama, Mahasiswa dan kelompok tani Desa Liang Ndara dapat menyelenggarakan kegiatan ini dengan baik. Selain itu, melalui materi sekaligus praktek cara pembuatannya, Masyarakat diharapkan mampu memahaminya sekaligus dapat diterapkan dengan baik terhadap lahan pertanian mereka.

Kegiatan ini memang bukan hal yang baru lagi di Desa Liang Ndara, namun harapannya semoga dengan pelatihan seperti ini dapat merangsang minat masyarakat untuk bergelut terhadap tanaman jangka pendek agar dapat mencegah penyediaan sayur-sayuran dari daerah lain. Mengingat potensi lahan di desa Liang Ndara masih bisa untuk mengatasi persoalan seperti ini. Berdasarkan pengakuan dari masyarakat Sendiri bahwa terkadang pola kebiasaan masyarakat yang tidak fokus terhadap satu tanaman sehingga hal ini  menimbulkan dampak terhadap usaha dari masyarakat itu sendiri.


Kalau bukan kita siapa lagi!!!✊

Kalau bukan sekarang kapan lagi!!🀷

 

Kamis, 21 Juli 2022

KEGIATAN KELOMPOK ANAK DI DESA LIANG NDARA.

 

 


 Kegiatan KKN (Kerja Kuliah Nyata) merupakan suatu kegiatan yang dilakukan hampir seluruh perguruan tinggi.  KKN itu sendiri, merupakan suatu kegiatan yang tidak asing lagi bagi seluruh Mahasiswa/Mahasiswi. Kamis 14/07/2022 UNIKA St. Paulus Ruteng menyelenggarakan Kegiatan KKN di Kab. Manggarai Barat, Tentunya ini merupakan suatu kegiatan berdasarkan pertimbangan mengingat bahwa Manggarai Barat saat ini sedang dalam peningkatan objek Wisatanya. 
 Berdasarkan Tema kegiatan KKN Tahun ini bahwa kami sebagai Mahasiswa/Mahasiswi Unika St Paulus Ruteng menyelenggarakan kegiatan yang berorentasi untuk mengajak masyarakat dalam mengikuti berbagai kegiatan. Diantaranya adalah, kegiatan kelompok Anak, kegiatan kelompok anak ini dibentuk guna untuk menciptakan generasi yang mampu berinovasi dan mampu bersaing di era yang kian berkembang. Persaingan dalam hal ini tentu yang bersifat positif.
 Dalam proses kegiatannya kelompok Anak Desa Liang Ndara sangat berpartisipasi dalam mengikuti kegiatan ini, sehingga hal ini ini membuktikan bahwa Anak-Anak sudah siap untuk mengikuti perkembangan zaman dan mampu bersaing terhadap perkembangan yang terjadi. Pembentukan kelompok Anak ini  sangat berpengaruh terhadap tingkat psikologi dari masing-masing Anak. karena hal ini dapat mengembangkan pemahaman anak maupun tingkat kecerdasan anak dilatih dalam kegiatan ini.
 Kegiatan kelompok anak ini dilakukannya kurang lebih selama satu Minggu, dari hasil observasi yang kami lakukan bahwa peningkatan kualitas pendidikan di Desa Liang Ndara dikatakan baik. tentu ini dilakukan berdasarkan penilaian berkaitan tugas yang diberikan kepada Anak-anak Desa Liang Ndara. Oleh karena itu, kami sangat mengharapkan adanya dukungan baik dari Orag Tua serta pemerintah untuk memfasilitasi kegiatan Anak-Anak ini untuk kedepannya. Sehingga kemampuan Anak-anak ini tidak terbatas pada ruang tertentu, melainkan Anak-anak ini dapat menjadi generasi yang dapat berguna bagi Masyarakat maupun bangsa.
 KKN yang diselenggarakan ini sangat bermanfaat. Selain untuk Mengetahui bagaimana perkembangan Masyarakat, juga untuk melatih Pemahaman Kami dalam mengimplementasikan materi yang didapat kemudian kami dapat menerapkan itu di kehidupan nyata.
 Penyelenggaraan KKN bukan hanya berfokus pada pendidikan. tetapi kegiatan yang dilakukan Tahun ini  berfokus pada tiga aspek antara lain. Pendidikan, Pariwisata, Pertanian. Ketiga aspek ini bukan sekadar Materi tetapi bagaimana kami dapat menerapkan itu ke masyarakat, sehingga ini dapat berguna Dalam menanggapi perkembangan zaman yang kian berubah. Setelah kami melakukan koordinasi dengan Desa kami sebagai Mahasiswa/Mahasiswi Unika St Paulus Ruteng siap untuk memberikan kontribusi terhadap materi yang kami dapatkan di kampus. Selain itu, kami juga sangat berharap bahwa dengan hadirnya kami disini dapat memberikan peluang berdasarkan ketiga Aspek  di atas. 
 Berdasarkan aspek yang kami ajukan bahwa Desa sangat fleksibel mendukung kami dalam melakukan kegiatan ini.  
 Masih banyak kegiatan yang kami lakukan dalam berberapa hari kedepan, tentunya kegiatan itu dibuat berdasarkan kondisi yang terjadi di Desa Liang Ndara. 



            Terima kasih πŸ™πŸ™

Senin, 18 Juli 2022

Desa Wisata Liang Ndara

     


  Desa wisata Liang Ndara merupakan salah satu desa yang terletak di Kabupaten Manggarai Barat. Desa Wisata Liang Ndara sendiri, merupakan salah satu Desa yang memiliki Destinasi wisata yang Kian memberikan ciri khas tersendiri dengan desa lain yang ada di Manggarai barat. Salah satu Destinasi wisata yang memberikan identitas Desa wisata Liang Ndara, adalah Sanggar Budaya. yang hampir setiap hari di pertunjukan karena begitu banyak pengunjung baik yang asing maupun lokal.

Desa wisata Liang Ndara memiliki empat wilayah pertunjukan. Dari masing-masing wilayah ini, hampir setiap harinya ada pertunjukan sanggar budaya yang di bawahkan oleh masyarakat asli dari Desa Wisata Liang Ndara itu sendiri.

 Berdasarkan hasil wawancara sekaligus pengamatan bahwa Desa Liang Ndara itu sendiri memiliki tempat penginapan ( home stay ) Sehingga ini akan memudahkan pengunjung untuk mendapatkan penginapan. 

 Dari hasil yang diperoleh bahwa pendapatan dari tempat sanggar ini memiliki ciri khas bahkan sebelum  Covid-19 mencapai 700.000.000 (Tuju Ratus Juta) ini merupakan salah satu pencapaian yang sangat baik, terhadap perekonomian Desa Wisata Liang Ndara sekaligus pihak pemerintah dari kab. Manggarai Barat 

 Sekarang ini, Desa Wisata Liang Ndara kembali ramai setelah mengalami problem berkitan dengan Covid-19 Yang hampir setiap sektor mengalami penurunan. 

Ayoo!!

 Berwisata ke Liang Ndara. Dijamin kamu akan  terhibur dengan destinasi wisata yang ada. πŸ‘πŸ‘πŸ‘

Senin, 09 Mei 2022

Makna "Ceki" Terhadap Kelestarian Alam.

 

                                 


Budaya merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita, Kehidupan ini sangat baik apabila budaya yang dijalankan sangat baik pula. Manggarai merupakan daerah yang terletak di bagian timur Indonesia,  masyarakat Manggarai pada umumnya memiliki potensi kekayaan alam maupun budaya yang sangat baik.  

 Budaya yang ada di Manggarai memiliki banyak hal yang mendukung suatu budaya itu dikatakan masih menjunjung tinggi sampai saat ini. Salah satu bagian dari budaya yang saya bahas mengenai "ceki" kalimat ini merupakan suatu hal yang tidak asing lagi dalam kehidupan masyarakat Manggarai. Arti 'ceki' itu sendiri berarti larangan, pada lapisan masyarakatnya Manggarai memiliki masing-masing suku yang didalamnya memiliki larangan ( ceki ). 

 "Ceki" dikatakan sebagai suatu hal yang dianggap tabu atau larangan karena didasarkan atas latar belakang yang sangat dipercaya oleh orang Manggarai itu sendiri. Dari hasil pengamatan saya bahwa salah suku yaitu " Niang Mongko",  memiliki "ceki lawo" (larangan untuk makan daging tikus) larangan ini sangat dipercaya karena memiliki bukti yang nyata kita lihat. Bagi suku 'Niang Mongko' itu sendiri menganggap bahwa anak pertama dalam suatu keluarga mereka tidak diperbolehkan untuk makan daging tikus, tentu larangan itu sangat dipercaya oleh suku ini. 

  Berdasarkan data yang telah saya peroleh bahwa apabila anak pertama dalam  Suku 'Niang mongko' memakan daging tikus maka berakibat fatal, hal ini berarti anak tersebut memiliki cacat mental. Sehingga suku ini sangat percaya akan larangan itu sendiri.

  Berdasarkan hal ini memiliki manfaatnya juga terhadap lingkungan alam, karena tingkat akan populasi Tikus memiliki peningkatan. Berkitan dengan itu,  maka budaya di Manggarai sangat penting untuk dikaji, dengan tujuan memberikan sumber edukasi sekaligus wawasan yang luas terhadap generasi yang akan datang.  

Sabtu, 23 April 2022

Eksistensi Wae Teku Terhadap Kebersamaan Orang Manggarai.

 


   Perkembangan zaman memberikan hal yang signifikan terhadap berbagai hal. Oleh karena itu, butuh keterampilan khusus dalam menyikapi hal itu, agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan terjadi.  Budaya merupakan jumbatan sekaligus fondasi dalam pola prilku setiap orang , tentu ini diwariskan secara turun temurun.
  Budaya di Manggarai begitu banyak, sehingga hal ini memperkaya sekaligus menambah  wawasan baru terhadap generasi saat ini...

  kebersamaan itu dilakukan banyak cara. Namun fokus saya dalam hal ini yaitu kebersamaan orang Manggarai dalam eksistensi Wae Teku. Berbicara tentang Wae Teku mungkin sesuatu yang tidak asing lagi didengar, namun eksistensi Wae Teku sekarang ini tidak lagi digunakan seperti dulu, Lantara perkembangan zaman yang kian memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan.

  Berbicara soal Wae Teku yaitu salah satu tempat sesajian dan sumber mata air yang dilakukan orang Manggarai ketika melakukan ritus acara adat, hal ini yang memperkaya adat Manggarai yang harus dijunjung tinggi nilainya terhadap nilai kehidupan.

  Kebersamaan di wae Teku memberikan manfaat terhadap keakraban orang Manggaai. Salah satu yang menambah keakraban orang Manggarai yaitu dengan percakapan "u cebong". Percakapan ini dilakukan apabila ada yang mau lewat di sekitar Wae Teku. 

  Eksistensi Wae Teku kini mengalami perubahan akibat perubahan zaman, dulu wae Teku dijadikan tempat orang menimbah air, namun sekarang wae Teku justru dijadikan tempat biasa, bahkan jarang orang merawatnya. Perlahan eksistensi Wae Teku ini akan mengalami perubahan karena pola kebiasaan masyarakat Manggarai kini mengalami perubahan.

  Masyarakat Manggarai menjadikan wae Teku sebagai bagian dari kehidupan, Lantara manfaatnya sebagai sumber air.  Dulu masyarakat Manggarai menimbah air untuk masak hanya di wae Teku, karena itu wae Teku dirawat dengan baik. 

  Dengan meningkatnya berbagai sumber air saat ini, memberikan pengaruh terhadap wae Teku. Pengaruh dalam hal ini bahwa, kalimat "u cebong" tidak lagi di ucapkan dan hal ini memberikan konsekuensi terhadap lunturnya nilai kebersamaan masyarakat Manggarai saat ini..πŸ™πŸ™



Jumat, 01 April 2022

Terkadang Jomel Mendatangkan persoalan

  



Budaya merupakan hal yang sangat melekat terhadap kepribadian masyarakat Manggarai. Budaya, bukan dipandang sebagai suatu hal yang dianggap formalitas, namun budaya itu harus menjadi wadah sebagai sesuatu yang dianggap penting. Berdasarkan hal itu, masyarakat manggarai sangat memegang teguh arti kebersamaan.

 "Jomel" merupakan suatu kata yang sangat melekat terhadap kepribadian masyarakat Manggarai. Disisi lain, kata"jomel"  merujuk terhadap persoalan berkaitan dengan rumah tangga. Misalnya : " pihak suami mengajak orang untuk minum kopi, atau dengan bahasa Manggarai disebut dengan "Ris" namun hal ini pihak suami mengajak orang tanpa melihat situasi dapur seperti apa.πŸ˜€ Sehingga persoalan terjadi antar pihak istri dan suami.
 Pada dasarnya kata "jomel" memang memberikan keakraban tersendiri bagi masyarakat Manggarai. Hal ini, memberikan dampak yang signifikan dan ciri khas tersendiri bagi orang Manggarai. 
"Jomel" memiliki nilai tersendiri bagi peradaban masyarakat Manggarai. Sehingga hal ini, "jomel" dipandang sebagai sesuatu yang dianggap penting karena "jomel" adalah hal yang mempersatukan orang. 
  Bagi orang Manggarai hal ini harus disyukuri karena memberikan pengaruh terhadap bagaimana relasi yg baik antara sesamaπŸ€— bukan hanya masyarakat Manggarai. Namun berkat dari hal ini memberikan suatu kebiasaan terhadap bagaimana proses interaksi antara sesama hingga menjadi suatu kebiasaan yang tidak pudar...πŸ™









Mahasiswa Bersama Kelompok Tani Mengikuti Kegiatan Pembuatan Pupuk Bokasi.

   Dalam rangka untuk menyikapi persoalan berkitan dengan penyediaan sayur-sayuran di Manggarai Barat, mahasiswa dan kelompok petani di Desa...