kebersamaan itu dilakukan banyak cara. Namun fokus saya dalam hal ini yaitu kebersamaan orang Manggarai dalam eksistensi Wae Teku. Berbicara tentang Wae Teku mungkin sesuatu yang tidak asing lagi didengar, namun eksistensi Wae Teku sekarang ini tidak lagi digunakan seperti dulu, Lantara perkembangan zaman yang kian memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan.
Berbicara soal Wae Teku yaitu salah satu tempat sesajian dan sumber mata air yang dilakukan orang Manggarai ketika melakukan ritus acara adat, hal ini yang memperkaya adat Manggarai yang harus dijunjung tinggi nilainya terhadap nilai kehidupan.
Kebersamaan di wae Teku memberikan manfaat terhadap keakraban orang Manggaai. Salah satu yang menambah keakraban orang Manggarai yaitu dengan percakapan "u cebong". Percakapan ini dilakukan apabila ada yang mau lewat di sekitar Wae Teku.
Eksistensi Wae Teku kini mengalami perubahan akibat perubahan zaman, dulu wae Teku dijadikan tempat orang menimbah air, namun sekarang wae Teku justru dijadikan tempat biasa, bahkan jarang orang merawatnya. Perlahan eksistensi Wae Teku ini akan mengalami perubahan karena pola kebiasaan masyarakat Manggarai kini mengalami perubahan.
Masyarakat Manggarai menjadikan wae Teku sebagai bagian dari kehidupan, Lantara manfaatnya sebagai sumber air. Dulu masyarakat Manggarai menimbah air untuk masak hanya di wae Teku, karena itu wae Teku dirawat dengan baik.
Dengan meningkatnya berbagai sumber air saat ini, memberikan pengaruh terhadap wae Teku. Pengaruh dalam hal ini bahwa, kalimat "u cebong" tidak lagi di ucapkan dan hal ini memberikan konsekuensi terhadap lunturnya nilai kebersamaan masyarakat Manggarai saat ini..๐๐
Tidak ada komentar:
Posting Komentar