Senin, 09 Mei 2022

Makna "Ceki" Terhadap Kelestarian Alam.

 

                                 


Budaya merupakan hal yang sangat penting dalam kehidupan kita, Kehidupan ini sangat baik apabila budaya yang dijalankan sangat baik pula. Manggarai merupakan daerah yang terletak di bagian timur Indonesia,  masyarakat Manggarai pada umumnya memiliki potensi kekayaan alam maupun budaya yang sangat baik.  

 Budaya yang ada di Manggarai memiliki banyak hal yang mendukung suatu budaya itu dikatakan masih menjunjung tinggi sampai saat ini. Salah satu bagian dari budaya yang saya bahas mengenai "ceki" kalimat ini merupakan suatu hal yang tidak asing lagi dalam kehidupan masyarakat Manggarai. Arti 'ceki' itu sendiri berarti larangan, pada lapisan masyarakatnya Manggarai memiliki masing-masing suku yang didalamnya memiliki larangan ( ceki ). 

 "Ceki" dikatakan sebagai suatu hal yang dianggap tabu atau larangan karena didasarkan atas latar belakang yang sangat dipercaya oleh orang Manggarai itu sendiri. Dari hasil pengamatan saya bahwa salah suku yaitu " Niang Mongko",  memiliki "ceki lawo" (larangan untuk makan daging tikus) larangan ini sangat dipercaya karena memiliki bukti yang nyata kita lihat. Bagi suku 'Niang Mongko' itu sendiri menganggap bahwa anak pertama dalam suatu keluarga mereka tidak diperbolehkan untuk makan daging tikus, tentu larangan itu sangat dipercaya oleh suku ini. 

  Berdasarkan data yang telah saya peroleh bahwa apabila anak pertama dalam  Suku 'Niang mongko' memakan daging tikus maka berakibat fatal, hal ini berarti anak tersebut memiliki cacat mental. Sehingga suku ini sangat percaya akan larangan itu sendiri.

  Berdasarkan hal ini memiliki manfaatnya juga terhadap lingkungan alam, karena tingkat akan populasi Tikus memiliki peningkatan. Berkitan dengan itu,  maka budaya di Manggarai sangat penting untuk dikaji, dengan tujuan memberikan sumber edukasi sekaligus wawasan yang luas terhadap generasi yang akan datang.  

Sabtu, 23 April 2022

Eksistensi Wae Teku Terhadap Kebersamaan Orang Manggarai.

 


   Perkembangan zaman memberikan hal yang signifikan terhadap berbagai hal. Oleh karena itu, butuh keterampilan khusus dalam menyikapi hal itu, agar terhindar dari hal yang tidak diinginkan terjadi.  Budaya merupakan jumbatan sekaligus fondasi dalam pola prilku setiap orang , tentu ini diwariskan secara turun temurun.
  Budaya di Manggarai begitu banyak, sehingga hal ini memperkaya sekaligus menambah  wawasan baru terhadap generasi saat ini...

  kebersamaan itu dilakukan banyak cara. Namun fokus saya dalam hal ini yaitu kebersamaan orang Manggarai dalam eksistensi Wae Teku. Berbicara tentang Wae Teku mungkin sesuatu yang tidak asing lagi didengar, namun eksistensi Wae Teku sekarang ini tidak lagi digunakan seperti dulu, Lantara perkembangan zaman yang kian memberikan dampak yang besar terhadap kehidupan.

  Berbicara soal Wae Teku yaitu salah satu tempat sesajian dan sumber mata air yang dilakukan orang Manggarai ketika melakukan ritus acara adat, hal ini yang memperkaya adat Manggarai yang harus dijunjung tinggi nilainya terhadap nilai kehidupan.

  Kebersamaan di wae Teku memberikan manfaat terhadap keakraban orang Manggaai. Salah satu yang menambah keakraban orang Manggarai yaitu dengan percakapan "u cebong". Percakapan ini dilakukan apabila ada yang mau lewat di sekitar Wae Teku. 

  Eksistensi Wae Teku kini mengalami perubahan akibat perubahan zaman, dulu wae Teku dijadikan tempat orang menimbah air, namun sekarang wae Teku justru dijadikan tempat biasa, bahkan jarang orang merawatnya. Perlahan eksistensi Wae Teku ini akan mengalami perubahan karena pola kebiasaan masyarakat Manggarai kini mengalami perubahan.

  Masyarakat Manggarai menjadikan wae Teku sebagai bagian dari kehidupan, Lantara manfaatnya sebagai sumber air.  Dulu masyarakat Manggarai menimbah air untuk masak hanya di wae Teku, karena itu wae Teku dirawat dengan baik. 

  Dengan meningkatnya berbagai sumber air saat ini, memberikan pengaruh terhadap wae Teku. Pengaruh dalam hal ini bahwa, kalimat "u cebong" tidak lagi di ucapkan dan hal ini memberikan konsekuensi terhadap lunturnya nilai kebersamaan masyarakat Manggarai saat ini..πŸ™πŸ™



Jumat, 01 April 2022

Terkadang Jomel Mendatangkan persoalan

  



Budaya merupakan hal yang sangat melekat terhadap kepribadian masyarakat Manggarai. Budaya, bukan dipandang sebagai suatu hal yang dianggap formalitas, namun budaya itu harus menjadi wadah sebagai sesuatu yang dianggap penting. Berdasarkan hal itu, masyarakat manggarai sangat memegang teguh arti kebersamaan.

 "Jomel" merupakan suatu kata yang sangat melekat terhadap kepribadian masyarakat Manggarai. Disisi lain, kata"jomel"  merujuk terhadap persoalan berkaitan dengan rumah tangga. Misalnya : " pihak suami mengajak orang untuk minum kopi, atau dengan bahasa Manggarai disebut dengan "Ris" namun hal ini pihak suami mengajak orang tanpa melihat situasi dapur seperti apa.πŸ˜€ Sehingga persoalan terjadi antar pihak istri dan suami.
 Pada dasarnya kata "jomel" memang memberikan keakraban tersendiri bagi masyarakat Manggarai. Hal ini, memberikan dampak yang signifikan dan ciri khas tersendiri bagi orang Manggarai. 
"Jomel" memiliki nilai tersendiri bagi peradaban masyarakat Manggarai. Sehingga hal ini, "jomel" dipandang sebagai sesuatu yang dianggap penting karena "jomel" adalah hal yang mempersatukan orang. 
  Bagi orang Manggarai hal ini harus disyukuri karena memberikan pengaruh terhadap bagaimana relasi yg baik antara sesamaπŸ€— bukan hanya masyarakat Manggarai. Namun berkat dari hal ini memberikan suatu kebiasaan terhadap bagaimana proses interaksi antara sesama hingga menjadi suatu kebiasaan yang tidak pudar...πŸ™









Selasa, 29 Maret 2022

Perjalanan Menuju Kebahagiaan

 



Pendidikan merupakan suatu proses atau wadah yang menjadikan seseorang dapat mengetahui banyak hal. Dengan kata lain pendidikan sebagai fondasi untuk dapat belajar dari hal yg belum tau menjadi tau, dengan pendidikan seseorang itu memperoleh gelar. 

 Seiring berjalannya waktu tingkat pendidikan semakin diminati semua kalangan. Kalau pada zaman dahulu mungkin hanya sebagian orang  yang memperoleh gelar pendidikan, tentu hal ini dikarenakan oleh tingkat kesadaran serta Kendal ekonomi yang menjadikan hal ini terjadi.

 Pendidikan dapat dikatakan sebagai batu loncatan untuk memperoleh sesuatu. Sehingga, dengan adanya pendidikan memberikan hal yang berpengaruh terhadap pola perilaku seseorang. Berdasarkan pengamatan bahwa kesadaran seseorang untuk melakukan proses pendidikan itu sangat tinggi, mengingat perkembangan zaman yang semakin signifikan dan didasarkan atas pemahaman orang tua terhadap tingkat pendidikan sebagai hal yang utama.

 Dilihat dari revolusi saat ini bahwa tingkat pendidikan merupakan suatu hal yang tidak terpisahkan dari kehidupan kita. Dalam kurun waktu semua aturan yang mengharuskan orang memiliki pekerjaan harus didasarkan pada pendidikan. Sehingga atas dasar ini semua orang memiliki kesempatan untuk melaksanakan pendidikan, apalagi sistem pendidikan saat kebanyakan ditanggung oleh pemerintah. 

 Kebahagian tersendiri apabila sistem pendidikan itu sudah kita tempuh dengan baik, dan bukan hanya pribadi kita yang merasahkan hal itu. Namun, dibalik keberhasilan yang telah kita capai justru ada orang yang selalu berusaha memberikan motivasi. Dengan kata lain, seseorang dapat mencapai jenjang pendidikan karena berkat usaha yang dilakukan oleh orang tua, 

  Mungkin kita tidak bisa memberikan banyak hal kepada mereka, tetapi dibalik keberhasilan itu ada kebahagian tersendiri bagi mereka yang tidak pernah kita rasakan. Keringat mereka membuktikan bahwa perjuangan adalah kunci keberhasilan yang sesungguhnya.

 Orang tua tidak pernah malu, terhadap pekerjaan yang sedang mereka lakukan. Terkadang hanya demi sebuah kata pendidikan orang tua Rela berhutang, tanpa memikirkan konsekuensi apa yang terjadi. Perjuangan mereka dapat menjadi inspirasi atau motivasi dalam Kehidupan kita. 

 Ada pepatah mengatakan bahwa setinggi tingginya orang belajar pasti hasil yang didapat semakin banyak. Oleh karena itu, orang menganggap bahwa yang berpendidikan pasti memiliki pemikiran yang jauh berbeda. Sehingga perilaku harus mencerminkan orang yang berpendidikan tanpa harus menjadi orang yang selalu menciptakan h ya g berbau negatif..


              HGD brother..❤️


































Minggu, 27 Maret 2022

Sistem daring yang meresahkan.

          


Penerapan sistem daring yang dilakukan saat ini masih menjadi pola kebiasaan yang harus dijalankan. Hal ini disebabkan karena munculnya virus baru yang membuat sistem pembelajaran semakin berubah, 

 Sistem daring merupakan istilah yang baru digunakan  karena munculnya pola sistem ini dikarenakan adanya musibah yang membuat sistem ini harus diterapkan bagi semua orang. Oleh karena itu, perkembangan dalam segala hal saat ini masih dikatakan belum mencapai angka maksimal sesuai dengan tujuan yang diharapkan. Ada begitu banyak masalah yang terjadi, salah satunya berkaitan dengan pembelajaran 

 Munculnya sistem daring ini membuat pola kebiasaan masyarakat yang bertubah secara signifikan,  tentu ini menjadi persoalan baru yang harus diatasi, mengingat sistem pembelajaran saat ini masih dikatakan belum sempurna.

 penerapan pembelajaran secara daring ini mengakibatkan banyak sekali persoalan. Salah satu yang saya temukan adalah adanya gangguan jaringan, sehingga ini mengakibatkan munculnya personal bagi sistem pembelajaran saat ini.

Pembelajaran ini dikatakan efektif apabila dilakukan secara offline, hal ini berdasarkan hasil pengamatan. Bahwa terkadang Pembelajaran secara offline memberikan  Begitu banyak manfaat salah satunya yaitu menumbuhkan rasa saling berinteraksi antara sesama dalam lingkup pendidikan...

Jumat, 18 Maret 2022

Penerapan Sistem Pendidikan Yang Berbeda.

 

Penerapan sistem pendidikan di daerah Manggarai dan di daerah Jawa bisa dikatakan sedikit berbeda. Tentu ini disebabkan adanya salah satu faktor, berdasarkan riset yg telah dilakukan bahwa kegiatan pembelajaran khususnya di Manggarai sangat berbeda. Salah satu contoh yang sering dijumpai bawah terkadang sistem pembelajaran di Manggarai harus menggunakan cara yg dikatakan kasar, ketimbang sistem pembelajaran di pulau Jawa yang menggunakan cara halus. Tentu ini menimbulkan berbagai pertanyaan, mengapa hal ini terjadi?

  Berdasarkan hasil pengamatan bahwa sistem pembelajaran di Manggarai harus menggunakan cara yg lebih kasar karena pada dasarnya orang Manggarai itu tidak akan ikut kalau tidak menggunakan cara tersebut. Sehingga ini yang membedakan penerapan sistem pembelajaran di Manggarai dan di jawab sedikit berbeda,

  Pada peraturan yang berlaku bawah sistem pembelajaran tidak diperbolehkan untuk melakukan cara yg lebih kasar. Namun kenyataan yg terjadi justru sebaliknya, mengingat pola pikir orang Manggarai yang bisa dikatakan tidak suka menggunakan cara lembut sehingga mau tidak mau seorang guru harus melakukan hal ini, meskipun konsekuensinya sudah diketahui.

 Sistem pembelajaran di Manggarai akan berjalan maksimal apabila hal ini dilakukan, namun terkadang justru hal ini melanggar aturan hukum. Dalam penerapannya cara ini akan lebih baik dilakukan untuk sistem pembelajaran yang ada di Manggarai ketimbang menggunakan cara lembut tidak akan menghasilkan sesuatu. Adapun menggunakan cara lembut namun sifat dari peserta didik itu sendiri tidak akan berubah malah mendatang mental yang lebih parah lagi..



Mahasiswa Bersama Kelompok Tani Mengikuti Kegiatan Pembuatan Pupuk Bokasi.

   Dalam rangka untuk menyikapi persoalan berkitan dengan penyediaan sayur-sayuran di Manggarai Barat, mahasiswa dan kelompok petani di Desa...